Diskripsi Mengharapkan Segala Sesuatu Sebagaian Unsur Karakter Hamba Tuhan Sebagai Implementasi Kasih Dari Perspektif Korintus 13 : 7

Wiji Suko Widodo, Aji Suseno

Abstract


The influence of hedonistic Greek culture in Corinth had shaped the congregation's lifestyle, emphasising self-interest, competition, and division, thereby eroding Christian love in their faith and church fellowship. This situation caused concern for the Apostle Paul because the Corinthian congregation, despite being rich in spiritual gifts, had lost love as the foundation of relationships, ministry, and the unity of the body of Christ. It is in this context that the phrase ‘hoping all things’ in 1 Corinthians 13:7 becomes a theological affirmation that true love originates from Christ and leads believers to live in active, patient, and unifying hope. The purpose of this article is to examine the meaning of ‘hoping all things’ as an element of the character of God's servants in the implementation of Christ's love based on the perspective of 1 Corinthians 13:7. This study uses a descriptive qualitative method through an exegetical study of the biblical text and an analysis of relevant theological literature and scientific journals. The results of the study show that hope in love is not passive, but rather oriented towards Christ as the centre of faith, example of life, and source of unity. This hope encourages servants of God to continue to prioritise love in the midst of conflict, suffering, and differences in the church and society. Thus, expecting everything in Christ's love becomes an important foundation for the formation of the character of servants of God who are humble, have integrity, and are committed to maintaining the unity of the body of Christ.

Abstrak

Pengaruh budaya Yunani yang hedonistik di Korintus telah membentuk pola hidup jemaat yang menekankan kepentingan diri, persaingan, dan perpecahan sehingga nilai kasih Kristiani semakin tergerus dalam kehidupan iman dan persekutuan gerejawi. Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan rasul Paulus karena jemaat Korintus, meskipun kaya karunia rohani, kehilangan kasih sebagai dasar relasi, pelayanan, dan kesatuan tubuh Kristus. Dalam konteks inilah ungkapan “mengharapkan segala sesuatu” dalam 1 Korintus 13:7 menjadi penegasan teologis bahwa kasih sejati bersumber dari Kristus dan menuntun orang percaya untuk hidup dalam pengharapan yang aktif, sabar, dan mempersatukan. Tujuan penulisan artikel ini adalah mengkaji makna “mengharapkan segala sesuatu” sebagai unsur karakter hamba Tuhan dalam implementasi kasih Kristus berdasarkan perspektif 1 Korintus 13:7. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui kajian eksegetis teks Alkitab serta analisis literatur teologis dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengharapan dalam kasih tidak bersifat pasif, melainkan berorientasi pada Kristus sebagai pusat iman, teladan hidup, dan sumber kesatuan. Pengharapan tersebut mendorong hamba Tuhan untuk tetap mengedepankan kasih di tengah konflik, penderitaan, dan perbedaan dalam gereja maupun masyarakat. Dengan demikian, mengharapkan segala sesuatu dalam kasih Kristus menjadi fondasi penting bagi pembentukan karakter hamba Tuhan yang rendah hati, berintegritas, dan berkomitmen menjaga kesatuan tubuh Kristus.


Keywords


kasih, mengharapakan, segala, sesuatu

Full Text:

PDF

References


Abineno, J.L.Ch. Tafsir Surat Filipi. Tafsir alk. BPK Guinung MuliaJl. Kwintang 22 - 23 Jakarta, 2009.

David Powlison. Memandang Dengan Pespektif Baru. Edited by Jessy Siswanto. Momentum (momentum Christian Literature) Surabaya, 2011.

Dyulius Thomas Bilo. “KARAKTERISTIK KASIH KRISTIANI MENURUT 1 KORINTUS 13.” teologi dan misi 1 (2018).

Elfrida Yesni Simangunsong, Ferdinan Simanjuntak. “Perspektif Etika Kristen Tentang Standar Mengasihi.” Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2, no. 3 (2023): 12047–12057. https://publisherqu.com/index.php/pediaqu.

HENRY J. FOSTER. The Preacher’s Complete Homiletic COMMENTARY ON THE EPISTLES OF ST. PAUL THE APOSTLE TO THE Corinthians, n.d.

james Montgomery Boyce. Dasar-Dasar Iman Kristen. Edited by Irwan Tjulianto. Teologi Kr. Momentum (momentum Christian Literature) Surabaya, 2015.

John Rick, Anne Ruck dkk. Jemaat Misioner. Pembinaan. Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2015.

Jonathan, Wantoro. “Agape Sebagai Landasan Learning Live Together Mengembangkan Karakter Individu, Keluarga,Dan Masyarakat.” Jurnal Excelsior Pendidikan (2021): 221–234.

Ken Blanchard, Phil Hodges, lee Ross, Avery Willis. Lead Like Jesus. Edited by Dr. Bambang Sriyanto Dr. Kanti Widiastuti. Memimpin S. STTBI Semarang Jl. Simongan No.1 Semarang, 2003. www.stbi.ac.id.

Kornelius Gulo, 2Yamotani Waruwu. “Membedah Penyakit Dalam Gereja Berdasarkan Perspektif Teologia Paulus Dalam 1 Korintus 3:1-9.” Teologi dan pendidikan kristen 5 (2024).

Latuihamallo, Yulianus, Debbie Y Refialy, Masye Rompa, and Vemi Baware. “Karakteristik Pelayanan Rasul Paulus Menurut 1 Tesalonika 2 : 1-12 Dan Penerapannya Bagi Hamba Tuhan Masa Kini Tepian Jurnal Misiologi Dan Komunikasi Kristen.” Tepian Jurnal Misiologi Dan Komunikasi Kristen 2, no. 2 (2021): 35–47.

Linggawati, Liem Veronica. “HIDUP DALAM KASIH ANTAR SESAMA MANUSIA DI ERA MILENIAL.” Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Filadelfia 1 No.1 (2020): 36–48.

Manuahe, Yani Mick R., Englin R. Manua, Semuel Selanno, Art Semuel Thomas, and Leonardo C. Dendeng. “Kasih Kristus Mengilhami Sikap Sosialisme Masa Kini.” Danum Pambelum: Jurnal Teologi Dan Musik Gereja 4, no. 1 (2025): 137–148.

Morissan, P.Hd. Riset Kualitatif. Satu. Kencana Jl. Tambra Raya 23 Rawa Mangun Jakarta, 2024. [email protected].

Nicolas, Djone Georges. “Analisis Model Pelayanan Jemaat Mula-Mula Berdasarkan Kisah Para Rasul: Suatu Teladan Bagi Gereja Masa Kini.” Formosa Journal of Multidisciplinary Research 1, no. 3 (2022): 521–532.

P. Pelealu, Herbie. “Gaya Kepemimpinan Rohani Kristen Yang Membumi.” Jurnal Sosial Teknologi 4, no. 11 (2024): 972–979.

Pasande, Purnama. Pemimpin Dan Kepemimpinan Kristen; Memahami Substansi Kepemimpinan Kristen, 2020.

Paul David Washer. Gereja Kristus Cara Kristus. Christ’s Church, Christ’s Way & STTBI Semarang, 2022.

Putirulan, Hizkia Ananda, and Nikolaus Samongantinungglu. “Membingkai Konsep Panggilan Hamba Tuhan Menurut 1 Korintus 9 : 16-19.” Filadelfia Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen (n.d.): 1–24.

R.Soedarmo. Ikhtisar Dogmatika. BPK Guinung MuliaJl. Kwintang 22 - 23 Jakarta, 2009.

Rick WARREN. KEHIDUPAN YANG DIGERAKAN OLEH TUJUAN. Gandm Mas Malang Jawa Timur, 2005.

Robinson, Darrel W. Total Church Life. Edited by Dorren Widjana. Lembaga Literatur Baptis, 2015.

Rumahorbo, Herlince. “Keteladanan Yesus Sebagai Gembala Menjadi Dasar.” Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi 3, no. 2 (2020): 135–154.

Telaumbanua, Andrika, Naomi Wahyuni Samangilailai, Windya Permai, and Br Sirait. “Kajian Teologis: Tentang Konsep Kasih Terhadap Sesama Dalam Injil 1 Yohanes 4:7-8 Dan Relevansinya Bagi Umat Kristiani.” Jurnal Magistra 2, no. 4 (2024): 84–91.

Warren .W.Wiersbe. Hikmat Didalam Kristus Tafsir Korintus. Yayasan Kalam Hidup Bandung, 2001.

Yoppi Margianto. Yunani Berdasarkan Injil Yohanes. Edited by Yakub. S & Totok Eiryo Saputro. Khusus Kat. Andi Offset ogyakarta, 2005.




DOI: https://doi.org/10.54403/rjtpi.v5i3.150

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2025 Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia

Indexed by:

             

Published by: Pusat Studi Pentakosta Indonesia

Institution Website: http://pspindonesia.org/
Address: 
Perum Puri Bengawan Indah Jl. Karandan Rt.007 Rw.005, Joyontakan, Serengan, Surakarta

e-jurnal Website: http://ojs.pspindonesia.org/index.php/JPI/index

e-ISSN: 2797-7676 p-ISSN: 2797-717X